Posts

Azyumardi Azra: Pembubaran HTI dan FPI Jadi Peristiwa Penting dalam Sejarah Gerakan Islam di Indonesia

Image
  Azyumardi Azra: Pembubaran HTI dan FPI Jadi Peristiwa Penting dalam Sejarah Gerakan Islam di Indonesia Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Azyumardi Azra. (KOMPAS/KRISTIANTO PURNOMO) JAKARTA, KOMPAS.com  - Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta  Azyumardi Azra  menilai, pembubaran  Front Pembela Islam  (FPI) dan  Hizbut Tahrir Indonesia  (HTI) menjadi peristiwa penting dalam sejarah gerakan Islam di Indonesia. "Keduanya merupakan peristiwa penting dalam sejarah gerakan pemikiran dan gerakan Islam di Indonesia," ujar Azra dalam webinar  Pembubaran FPI dan Tantangan Ekstremisme di Indonesia , Jumat (15/1/2021). Baca juga:  Beda Pembubaran FPI dan HTI Azra mengatakan, pembubaran gerakan Islam yang dilakukan pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo tak pernah diterapkan saat rezim Orde Baru. Sejarah mencatat, kata dia, pembubaran gerakan Islam terjadi di era kepemimpinan Presiden Soekarno. Soekarno pernahmembubarkan Partai Mas...

Bedah Buku Shofwan Karim: Islam Sebagai Dasar Negara Dan 68 Tahun Meluki...

Image

Mentari Berkemajuan: Abdullah Hehamahuwa: Selamat Tinggal Prabowo-Sandi

Mentari Berkemajuan: Abdullah Hehamahuwa: Selamat Tinggal Prabowo-Sandi : Sebagai catatan untuk 2024 tulisan berikut ini perlu diasrsipkan di dalam khazanah memori para aktifis politik. Kalau tiba-tib...

Mentari Berkemajuan: Irman Gusman: Negara ini Terlalu Banyak Pemimpin, ...

Mentari Berkemajuan: Irman Gusman: Negara ini Terlalu Banyak Pemimpin, ... :   Irman Gusman: Negara ini Terlalu Banyak Pemimpin, Tapi Sedikit Kepemimpinan - Faham Indonesia Irman Gusman: Negara ini Terlalu Banyak Pemi...

ASEAN dan Kesiapan Pemuda Menghadapi MEA

Image
 One Community. Pada 2007, ASEAN  merencanakan dan menyepakati dimulai perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)  31 Januari 2015. Akan tetapi karena beberapa kendala hal itu diundur menjadi 31 Desember 2015. Para pemuda Indonesia harus secara optimal  menyiapkan diri dan mengambil bahkan menciptakan   peluang untuk kebaikan, kemajuan dan kesejahteraan bersama.  Pemaparan ini mengkaji  peluang dan tantangan utama bagi pemuda,  baik secara individual maupun   secara kelembagaan organisasi kepemudaan. Pemuda mesti memersiapkan diri terlebih dulu untuk terjun dalam kompetisi yang sengit ke depan. Dengan begitu peluang dan tatangan itu mampu dijawab dengan baik dan produktif. Kata Kunci: ASEAN, MEA, sumber daya pemuda Indonesia,  peluang dan tantangan.

Mencontoh ke Masa Lalu, Masihkah Relevan?

Image
Dra. Hj. Imnati Ilyas, BA., S.Pd., M.Pd., Kons. Sandwich Visitor Doctorate program October 2009-February 2010 Ohio State University, Columbus, USA   International Visitor Leadership Program of USA Goverrment on Grassroots Democracy , 31 April-25 Mei 2005 (3) Mencontoh ke Masa Lalu, Masihkah Relevan?  Oleh Shofwan Karim  Tiba-tiba saja seorang ibu di sebelah saya buka pembicaraan. Memang menegangkan, tetapi menyenangkan, katanya. Tampaknya ia mau mengatakan sesuatu lebih banyak tetapi tiba-tiba ada pengumuman dari krew pesawat yang akan menerbangkan kami dari San Francisco ke Minneapolis, kota transit sebelum meneruskan ketibaan di tujuan sebenarnya bagi saya , Washington, DC, ibukota negara yang mengambil nama bapak Amerika George Washington ini. Kami minta maaf , karena pesawat kelebihan berat, maka diminta dengan sukarela 12 penumpang untuk pindah ke penerbangan berikutnya.  Untuk mereka yang menerima tawaran ini, disediakan tunja...

Surat Husnul Mar'iyah kepada Megawati

Image
Depok, 12 Juli 2020 Surat Terbuka   Chusnul Mar'iyah, Ph.D (FISIP- UI) Yang Terhormat Ibu Megawati Soekarnoputri Ketua Umum PDI Perjuangan  Assalamu’alaykum wr.wb., Ibu Megawati yang terhormat, Semoga Ibu Megawati sehat walafiyat, dijauhkan dari musibah Pandemi Covid-19 ini. Saya menulis surat ini (sepertinya agak panjang) kepada Ibu Megawati dalam rangka meminta Ibu dapat memerintahkan ke petugas partai di eksekutif dan di DPR agar membatalkan RUU HIP. Karena ini bukti Pancasila diganti menjadi Eka Sila. Ibu Mega, adanya putusan MA itu legitimasi dan justifikasi dari kekuasaan pemerintah saat ini telah ambruk. Seluruh komponen Ummat Islam dan kelompok beragama lainnya bersatu menolak RUU HIP.  Berikut ini penjelasan saya, kenapa saya menulis surat ini kepada Ibu Mega. Pertama, sebagai sesama perempuan, seorang scholar dari negeri Maghribi (Marokko) Fatima Mernisi pernah menulis bahwa menulis surat ke penguasa lebih baik dibandingkan pergi ke salon untuk ...